Showing posts with label FanFic. Show all posts
Showing posts with label FanFic. Show all posts

~DAISUKI~ Part 6 : I found you~[FINAL] [akhirnya bisa ngepost yg ini di blog]

Aku terbangun dari tidurku.

Ai :”hoamm..kenapa aku ada di sofa?? Heee….hika……..”

Hika yang sedang asik sarapan pun heran.

Hika :”nani?? Kau kaget kenapa aku disini?? ”

Ai :”iie. Sore wa….*nunjuk mangkuk yg di pegang hika*, makanan 2 bulan yang lalu aku beli, seharusnya sudah tidak layak dimakan, darimana kau mengambilnya??”

Hika :”dari kulkas, tapi masih enak”*lahap*

Ai :”baka mitai omae”*dalam hati*

Hika :”kau sudah sembuh?? Wajahmu masih pucat tuh. Makan ini”*menawarkan makanan dalam mangkuk*

Ai :”huuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh

hhhhhhh”*geleng2*

Hika :”btw, kenapa kau tidak mengantar daiki ke bandara??”

Ai :”ha??”*shock*

Hika :”Inoo mengantar Daiki sekarang ke Bandara, Daiki akan kembali ke Eropa bersama kakeknya.. tadi aku di suruh Inoo menunggumu bangun, mereka buru-buru, padahal aku belum sarapan…”

Ai :”tidak penting kau sudah sarapan atau tidak…ayo!!” *menarik hika yang sudah hampir habis melahap sarapannya*

Hika :”chotto matte yo~ kau masih sakit, wajahmu pucat, sebaiknya jangan pergi”

Ai :”uruse!!! Kau ingin melanjutkan makan kan?”

Hika :”kenapa kau mau kesana??”

Ai :”ya menemui daiki..”

Hika :”naze????”

Ai :”etouuu….*terdiam*”.

Jantung berdetak saat pertanyaan itu dilontarkan. Perasaan apa ini?? Aku hanya bisa diam. Bibir membeku.

Aku dan hika menuju ke bandara.

Di lain tempat.

Di Club.

Chii mendapatkan sarapan paginya tersedia rapi di atas meja.
Tapi Chii tidak melihat Dhe di sekitar.

Chii :”kirei~” *memuji sarapannya yang tertata indah* *oalahh…hancur juganya tu makanan ampe perut.*

Chii melihat sekeliling sambil menikmati sarapannya.
Ada sebuah surat terletak dekat jendela kamar itu.

Dibacanya.
******************
Satu hal yang membuat Chii shock……..
“aku harus kembali , aku akan segera menikah dengan seorang pria, namanya yoshhi, dia orang yang sangat baik, aku sangat menyukainya. Maaf telah merepotkanmu. Sebenarnya kedatanganku kesini karena aku belum siap untuk menikah di usia ini, tapi aku tidak ingin mengecewakannya jadi aku kembali. Hontou sumimasen deshita.”

Chii langsung pergi setelah membaca surat itu…

Chii :”doko?????? Doko iku kimi?? Doko??? Ee.. bandara, ia bandara.”*kebingungan*

Chii pun menuju Bandara.

Di bandara.

Ai :”hika, hayaku yo~”

Hika :”laparrrrrrrr”

Ai :”haaahh…kawaisou~”

Hika :”eeeeeeeeeeeeeeeeee…………lihat!! Itu..itu..itu Chinen”

Ai :”Chii??”

Di bandara ini kami melihat Chii yang sedang sibuk mencari seseorang.

Ai :”Chii…………….”*teriak*

Chii tidak mendengar.

Hika :”dou??”

Ai :”biarlah.. dia sudah dewasa sekarang…”*kecewa*

Hika :”naruhodo~”

Ai :”sekarang kita cari Daiki, aku ingin bilang terimakasih padanya.”

Hika :”teriamkasih atau…….??”

Ai :”dou yo koto??”

Hika :”eeeeeeeeetouuuuuuu………betsu ni”

Ai :”ummm…”

Hika :”telpon Inoo aja.”

Ai :”akh ia, kenapa tidak terfikir dari tadi?? Ee.. aku tidak bawa handphone”

Hika :”ore mo~”

Ai :”haaaaaahhhhh………”

Hika :”aa’ Inoo…”

Inoo menghampiri kami.

Inoo :”yo! Kau sudah sembuh?? Masih pucat tuh.”

Ai :”mereka sudah pergi??”

Inoo :”un.”

Ai :”sou ka.”

Tidak disangka secepat ini. Padahal baru mengenal. Padahal aku sudah mulai menyukainya. Ingin bilang padanya. Daisuki~


Hika :”lapaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr”

Ai :”ayo pulang saja..”

Inoo :”matte ne,..”

Ai :”ha. Nande?”

Dia datang dari arah jam 3.
Aku memalingkan wajah.

Daiki :”aa.. kau sudah sembuh”

Ai :”daiiiiii…..kyaaaa~”

Aku pun yang tidak bisa menahan rasa senang ini langsung memeluknya dengan erat sampai-sampai kami jatuh ke lantai.

Ai :”gomen”

Daiki :”daijoubu”

Ai :”mengapa kembali??”

Daiki :”kembali??”

Ai :”bukankah tadi kau akan balik ke Eropa??”

Daiki :”iie. Aku hanya mengantar oji-san. Siapa yang bilang begitu?? ”

Ai :”hikaaaaaaaaaaaaaaa…………”*teriak*

Hika :”kyaaaaaaaaaaaaa~ Aku tidak tahu apa-apa….shiranai…….”*lari*

Ai :”makanya jangan ngomong sembarangan.”*marah-marah*

Hika :gomeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnn~”*sembunyi di belakang Inoo*

Inoo :”ahahhahahaaa~”

Hika :”laparrrrrrrrrrrrrrrr”*kriuk-kriuk*

Inoo :”ore mo~ aa… Chinen…”*menunjuk ke arah seseorang*

Hika :”chinen…”

Ai :”chii..”

Daiki :”chii?? kejar dia.”

Kami pun yang melhatnya bersamaan langsung mengejar.

Ai :”chineeeeeeeeeeen”*teriakku dalam keramaian*

Chinen akhirnya menoleh.

Chii :”neechan…”

Ai :”chii, kau kemana saja..”

Chii :”neechan..gomennasai”

Ai :”iie. Huh huh huh*menghela-hela nafas*, Otanjoubi omedetou~”

Chii :”neechan.. arigatou”*terharu*

Hika :”eh Inoo, Chii ulang tahun ya?” *bisik-bisik*

Inoo :”aku tidak ingat kalau hari ini..” *bisik-bisik*

Daiki :”aku tidak tau..”*diam-diam memasuki pembicaraan rahasia HikaNoo*

Hika :”Ayo kita ucapkan selamat.”

Minna :”omedetou~”*serentak HikaDaiNoo*

Chii :”arigatou niichan…”

Ai :etou, gomen, neechan tidak sempat memberimu hadiah, karena kau menghilang begitu saja…huhhff huhhff…*masih kecapean*”

Chii :”un. Daijoubu. Neechan, genki??”

Ai :”un”

Daiki :”wajahmu sangat pucat. Biarku gendong.”

Ai :”he??? ”*malu-malu mau*

Daiki :”ayo..”*membungkuk*

Akupun telah merasa nyaman berada di belakang tubuh hangatnya itu.
Tidak kulewatkan kesempatan ini.
Perasaan apa ini.

Hika :”lapaaaaaaaaaaaarrrrrrr”

Inoo :”ore mo.”

Hika :”un”

Daiki :”yasudah kita pulang saja.”

Ai :”un”

Chii :”chotto..”

Ai :”nande??”

Chii :”dhe…dhe pergi”*sedikit khawatir*

Ai :”kau dicampakkan??”*marah*

Chii :”shiranai…..”

Daiki :”kita pulang saja ya, chii..”*bujuknya*

Chii :”tapi Chii akan mencarinya dulu disini. Onegai~”

Dhe :”anouuuuuuuuuu”

Dhe datang tiba-tiba menghampiri kami. Dhe bersama dengan pamannya Akanishi dan seseorang yang tak dikenal.

Chii :”dhee..”

Dhe :”kenalkan… ini Yoshi….”

Chii menunduk dan terdiam.

Dhe :”chii”

Chii :”ikanaide..ikanaide”*mohonnya*

Dhe :”gomen.”

Chii :”ikanaide..”

Chii terus mengatakan hal itu. Jangan pergi ..jangan pergi…

Yoshi :”iku yo!

Dhe :”chotto ne..”

Chii :”ikanaide …onegai~”

Dhe :”daisuki dayo~ chii ga~hontou daisuki~”

Chii :”ha.”
Akanishi :”ha!”

Yoshi :”ha!...un.wakatta”

Dhe :”gomenasai~ minna gomen….”

Yoshi :”daijoubu yo~*memeluk dhe..*, yosha. Kami pergi dulu.”

Yoshi dan Akanishi-san pun pergi.

Dhe :”anouu… Ai.. hontou gomen, selama ini Chii tinggal bersama Dhe tanpa sepengetahuan Ai..”

Ai :”daiiiii…joubu~*sambil nepuk pundak dhe, padahal masih dalam posisi di gendong daiki* tapi kalian tidak melakukan hal yang tidak-tidak kan??”

Dhe :”un”

Ai :”okay”

Dhe :”arigatou neechan…”

Ai :”*senyum* hee?? Neechan?? Secara tidak langsung dia minta restu ”*dalam hati*

Kami pun keluar dari Bandara itu.

Berjalan di keramaian.

Daiki :”daisuki~”

Ai :”ha?? Nani?? ”*tidak dengar*

Daiki :”daisukiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~”*jerit*

Ai :”sssssssssstttt*membungkam mulut Daiki*”

Daiki :”$!@~^!%&*^*^(#@%^Q”

Ai :” a a .. gomen” *melepaskan tangan yang membungkam mulut Daiki*, atashi mo daisuki dayo~”

Daiki :”arigatou.”

Kami berdua berjalan di belakang Hika dan Inoo yang buru-buru ingin pulang karena kelaparan.
Sedangkan Chii dan Dhe di belakang kami.

Chii :”ayo menikah.”

Dhe :”heee?????ini terlalu cepat. Dhe akan nunggu Chii lulus kuliah, lalu bekerja, lalu menikah, punya anak yang banyak..terusss…”

Chii :”ahahaha~ ”

Dhe :”ummm..tanjoubi omedetou.”

Chii :”arigatou~”*senyum bahagia*

Tiba-tiba yama datang.

Yama :”Inoo-niichan”

Inoo :”kenapa disini??”

Yama :”bukankah kau tadi SMS aku tuk datang kesini??”

Inoo :”itu beberapa jam yang lalu…”

Yama :”gomen, tadi aku mandi dulu lalu sarapan terus jalanan macet.”

Hika :”sarapan ya?? lapaaaaaaaarrrr”

Inoo :”kyaaaaaa~ ore mo……..”

Yama :”haaaaaahh……kawaisou ~”

Di dalam pesawat.
Akanishi dan Yoshi.

Akanishi :”kau yakin melepas Dhe??”

Yoshi :”untuk saat ini ia, kita akan kembali bukan?? Menjemput Dhe~”

ENDING

[Fanfic]- isengin Inoo

Inoo :"yutooo.... chotto ika"

yuto :"nani??"

Inoo:"temenin pipiss"

yuto:"haaa???"

Inoo :"gelap d kmar mndi... kowai na~"

yuto:"kok tau gelap?? brarti udah ksana kn?? "

inoo:"iia, udah ksana, tpii balik lgi..."

yuto:"ahahaa... dasar penakut..."

inoo:"ahh... ayolahh....."

yuto:"baka!!"

di kamar mandi

yuto:"ihh.... jgn tarik2 bju ak.."

inoo:"duuhhh ga kliatan..."

yuto:"kan gag gelap bnget siihh..."

bruukk...
suara benda brjatuhan~

inoo:"hee... nani are??"

yuto:"shiranai yo~"

yuto menunggu di luar.

yuto:"masuk sana.."

inoo:"sendiri??"

yuto:"yaiyalah..."

inoo:"kowaiiiii yo~"

yuto:"akkhh... masuk sonoh..",menolak inoo ke dlm kmar mandi.

someone :"hihihihihi"

yuto meninggalkan inoo sendiri.
pintu dikunci~

inoo:"ee... gag bs d buka, yutoo..yutoo..."
manggil2 yuto dengan nada ketakutan...

seseorang tertawa pelan.

inoo:"oee... dare??"

seseorang tertawa lagi.

pintu tiba2 bs d buka.

hika :"waaaa~" menampakkan diri dgn nyorotin wjah dgn senter...

paaaaaaaakkkkk pakkkk pakk....

Inoo mukulin tuh makhluk usil pake gayung...
ampe gayungnya ancur lebur tak tersisa...

hika:"inooo.... good", lemas tak berdaya, jempol buat inoo, hika pingsan....

daichan :"inoo..." daichan muncul dari kamar mandi sebelah.

daichan lgsg kabur karena inoo siap2 memukulnya jg..

inoo:"minnaaaaaaaaaaaa....
... tasukete~"


yuto kembali menemui inoo ,pura2 tidak tahu yg trjadi.

yuto:"nande??"

inoo:"hantu... yuurei..."

yuto bengong.

yuto:"uso"

yuto memeriksa ke kmar mandi.

hika tergeletak tak berdaya.

yuto:"mite!! hika tuh"

inoo:"hika??"

daichan muncul lagi.

daichan :"inoo..."

inoo:"hantuu"

yuto:"aho ka!! tuh daichan...ada apa dgn matamu ??"

daichan:"inoo... hhe~ gomen"

inoo:"kalian.........." *ngumpulin gayung dri kmr mndi tuk mukulin mreka*

yuto,dai kabur...........

hika terlantar, terkapar di lantai.

Kei Inoo Pictures, Images and Photos

[FanFic]~DAISUKI~ Part 5 : motomeru

Di rumahku.

Daiki : *senyum*

Johnny-san : *senyum*

Ai :*senyum*

Aku tidak bisa menolak saat Johnny-san ingin mengunjungi rumahku. Padahal itu adalah pertama kali kami bertemu. Dan aku sedang pusing memikirkan Chinen.

Daiki :*memandangiku*

Johnny-san :*memandangiku juga*

Ai :”??????” *bingung*

*semua terdiam*

Ai :”aa’ gomen…”

Aku langsung ke belakang dan membuatkan mereka teh.

Ai :”silahkan” meletakkan teh di atas meja.

*Daiki dan Johnny-san menikmati teh*

Johnny-san :”terima kasih telah mengundang kami.”

Ai :”eee?? Siapa yang ngundang??”*dalam hatiku sembari senyum maksa*

Daiki :”maaf telah merepotkan”

Ai :”ah tidak.”

Tiba-tiba Inoo datang tak dijemput pulang tak diantar. *loh???* dan membawa temannya yang merupakan teman kampusku juga, Hika.

Inoo :”oeee….” masuk begitu saja tanpa mengetuk.

*semua bengong*

Inoo :*nyengir*
Hika :*nyengir juga*


Inoo :”maaf mengganggu, ada tamu ya??”

Ai :”tidak apa-apa. masuklah” mencoba bersikap baik.

Hika :*senyum*

Mereka ku persilahkan bergabung dengan kami.

Inoo :”Chinen mana??” tanyanya tiba-tiba.

Ai :”aku tidak tahu kemana dia pergi.” Lesu.

Daiki :”bukankah tadi pergi bersama temannya??”

Ai :”dia bukan teman chii.” pengen nangis.

Pengen peluk siapa ya?? *hasrat pengen meluk daichan*

Inoo :”Ai….Hika….. cari Chii… onegaiiii….”,tarik-tarik baju kami.

Aku dan Hika hanya menangguk-angguk saja.

Inoo :”onegaiii…” masih menarik-narik baju kami.

Ai :”aaahh…. Apaan sih, dia kan adik ku kenapa kau yang heboh??”

Inoo :”ehehe.. gomen ne.”

Aku sudah tidak tahu harus bagaimana. Malah baju kusut lagi, gara-gara Inoo…

Johnny-san :”anou….biarkan kami membantu…”

Ai :”aa…hontou??”

Daiki :”ojiiiiiisan….. no!! Kau sudah tua dan sebentar lagi……..”

Johnny-san : “nani??” *melototi daiki*

Daiki :”betsu ni”

Hika :”benar, lagipula nanti akan merepotkan saja, aku tidak amu menggendong saat kecapean dan juga….”

Inoo :”sssttt…”
Johnny-san :”sou ka” *mewek*

Hika :”bukan maksudku berkata begitu, hontou gomen…” *mencampakkan tongkat yang dipegang Johnny-san, memegang tangannya , pasang tampang berdosa*

Johnny-san :”daijoubu.…kalau begitu saya pulang saja... tongka..aaattt” jerit serak.

Hika :”nih” mengembalikan tongkatnya.

Johnny-san pergi di jemput supir.

Ai :”emmm….”

Inoo :”ai… ayo cari chii”, Inoo menarik tanganku dengan terburu-buru.
Aku mulai panik dengan kegilaan Inoo ini, refleks aku tarik tangan Daiki….

Daiki yang ikut panik, menarik hika yang sedang asik menikmati cake.

Di taman.

Ai :”Inoo… yamette…” , melepas tangan Inoo paksa.

Inoo :”ai..daiki… cari kearah sana… hika… ikut aku..”

Hika: ”hai’ ”

Inoo :”moshi-moshi… yamachan?? Kau tidak sibuk kan?? Bantu cari Chinen ya??” Inoo menghubungi Yama via ponsel.

Hika dan Inoo pergi meninggalkan kami berdua.

Aku dan Daiki terbengong.
Sama-sama bingung.
Tanganku masih memegang tangannya.

Ai :”aa… gomen” melepas tangan Daiki.
Daiki malah menarik tanganku lagi dan menarikku entah kemana.

Daiki :”Ayo kita cari Chinen…”

Aku ikut saja kemana dia membawaku.

~Dhe to Chinen~

Malam hari.

Ruangan di Club Malam.

Chii :”Ini kamarmu??”

Dhe :”Ia, tapi hanya sementara.”

Terdiam.

Dhe berdiri dekat jendela memandangi Chinen yang sedang duduk dan menikmati minum dengan rasa segan.

Dhe :”eetouuu…. Sumimasen deshita” membungkuk.

Chii : “nande??”

Dhe :”*menarik nafas*….maaf telah memaksamu kesini”

Chii :”tidak. Hmm… Club ini, pertama kali kita bertemu bukan…..club ini??”

Dhe :”Pamanku bekerja disini. Penjaga.. Akanishi..…aku meminjam darinya.”

Chii :”aa’ aku ingat, yang bilang aku anak kecil… ahaha..”

Dhe :”ahahaaa~ apa baik-baik saja sementara disini??”

Chii :”untuk sementara mungkin tidak apa-apa. Haha~”

Tidak terjadi apa-apa antara mereka malam itu. Hanya canda dan tawa.
Chii merasa senang .

Di depan kolam air mancur.

Ai :”Chiiiiineennnnnn…” jeritku sambil ciprat-ciprat air kolam.

Daiki :”ssssstttt…..”

Inoo dan Hika datang.

Daiki :”kalian menemukan Chinen??”

Hika :”hoooaaaammm….”

Inoo :”tidak.”

Yama datang juga bersama Yuya.

Yama :”tidak ada hasil”

Yuya :”yah begitulah.” Menggeleng kepalanya.

Daiki :”sou ka. Arigatou ”

Ai :”pulang saja!!” aku beranjak dari dudukku dan pulang dengan wajah lesu.

Di depan rumahku.

Ai :”kenapa?? Kalian ingin menginap di rumahku??” tanyaku pada Daiki, Inoo, Hika, Yuya dan Yama.

Hika :”iia.”

Ai :”Aho!!”

Daiki :”ja, oyasumi..”

Ai :”oyasumi minna.” *sangat mengantuk*

Daiki, Inoo,Hika, Yuya dan Yama pergi..

Yama : Inoo-niichan, aku boleh menginap di rumahmu??

Yuya :”ore mo”

Hika :”ore mo”

Daiki :”ore moooooooo~”

Inoo :”heeeee??? Yasudahlah….”

Seminggu kemudian.

Di kolam air pancur lagi.

Ai :”Chineeennnn……” jerit-jerit rada serak.

Masih bersama Daiki.

Inoo ,Hika, Yuya, Yama di tempat lain. Yuto juga bersama mereka.

………………Pasrah…………..

Daiki :”ai…”

Ai :”ha…??”

Badanku mulai terasa lemah. Mataku berkunang-kunang.
Ini batas dari kekuatanku

Daiki :”emm….daisuki…”

Aku tidak bisa mendengar apa yang Daiki katakan. Selain itu yang difikiranku hanya mencari Chinen.

Ai :”nano hanashii??”, nada suara pelan.

Daiki :”daisuki dayo~”

Ai :”haaa….” . aku langsung tidak sadarkan diri dan jatuh ke tanah. Aku merasakan dingin di sekujur tubuhku.

*bersambung*


part 1 part 2 part 3 part 4

[FanFic]~DAISUKI~ Part 4 : detective, ojiisan???..........

pemeran~
april :april/ai/aichan(me)
chinen yuuri :chii/chinen/yuuri (adikku yg mecha kawai)
arioka daiki : daiki
Johnny : kakek daiki.
dhe : dhe-chan.
Yama, Yuto, Yuya : teman Chii
Ohno-san : tukang kebun

~ ~ ~ ~
Aku selesai kuliah lebih awal dari Chii. Aku menunggunya di bawah pohon di sebelah gedung kampus.

Ai :”oaaa…” ohno-san mengagetkanku. Oh bukan, aku yang kaget karena dia muncul tiba-tiba dari tanaman pagar itu dengan ekspresi wajah yang *tiiiittt*, ditambah lagi dia membawa gunting tanaman.

Ai :”Ohno-san, konnichiwa” sapaku.
Ohno-san :”konnichiwa” balasnya.
Ai :”ganbatte kudasai”
Ohno-san :”hai’ ganbarimasu”

Percakapan yang sangat singkat. Aku sampai bingung harus berkata apa lagi. Ohno-san pun melanjutkan pekerjaannya.

Terlalu lama menunggu Chii.

Ai :”aa’ orang itu lagi”, perhatianku teralihkan karena melihat Arioka-san di atap gedung kampus. Dia memegang tali tambang.

Aku segera menuju ke atap karena aku takut sesuatau yang buruk akan dilakukannya. Tapi aku tidak tahu tangga menuju atap itu. Akh, fikiranku menjadi kacau.

Aku mencari-cari, akhirnya aku menemukan tangga kecil.
Hal yang sangat melelahkan.
Menuju atap gedung. Gedung berlantai lima.
Tidak tahu kapan sampai.

Ai :”huft… sampai juga.”

Kulihat dia sedang melakukan sesuatu dengan tali tambang itu.
Diikatnya tali tambang tersebut ke pergelangan kaki tangki air.

Ai :”hmm.”, cukup lama kuperhatikan, karena aku masih capek menaiki tangga tadi.

Dia menoleh.

Arioka :”lihat apa??”

Ai :”ha?? Kau sedang apa?? Mencoba bunuh diri??” tanyaku tak sopan.

Arioka :”ahahhaa…”

Ai :”kau mau mencoba bunuh diri kan??”, tanyaku lagi karena dia tidak menjawab.
Arioka :”ia, oh tidak. Aku tidak mau bunuh diri. Kau orang yang tadi malam ke club kan??”

Ai :”bagaimana bisa tahu??” heranku.

Arioka :”aku melihatmu”

Ai :”yabaiii…. Jadi saat itu dia benar-benar ,melihatku”, dalam hatiku.

Arioka :”kenapa bengong??”

Ai :”Aa’ tidak. Kau bekerja disitu??”

Arioka :”ya, tapi tidak tetap. Hanya hobi.”

Ai :”hobi??”

Arioka :”ya, aku suka musik. Oh iia, perkenalkan namaku Arioka Daiki. Panggil Daiki.”

Ai :”Daiki?? Daiki… Daaa..iii….kiii…. daiii…”

Arioka :”jangan memainkan namaku, ahaha.”.

Suasana menjadi akrab.
Cuacanya sedang bagus.

Dia tidak menanyakan namaku.
Hm tidak penting.

Ada banyak pertanyaan dalam benakku tentang dia. Tapi ini bukan waktu yang tepat menanyakannya.

Ai :”tidak jadi bunuh diri??” memulai pembicaraan lagi.

Arioka :”kan sudah kubilang aku tidak mau bunuh diri.”

Ai :”aa’ gomen, wasureteta”

Arioka :”hahaha” , dia hanya tertawa.

Perasaan apa ini. Aku bisa bernafas dengan puas. Suasana yang indah.

Ai :”kyaaaaa~ chineeeeeennn….”

Karena hal itu aku melupakan Chii. Huh, dia mengalihkan duniaku.

Aku segera bergegas pergi tanpa menghiraukan daiki.

Daiki :”mau kemana????”

Ai :” maaf, aku harus pergi”

Daiki :”matte”, dia menghalangiku melewati jalan yang tadi.

Ai :”ha?”

Daiki :”lewat sini”, menunjuk tali tambang yg terulur ke bawah .

Ai :”ha??? ”

Karena aku sangat terburu-buru, aku memilih jalan yang ditawarkan daiki kepada ku.
Iniiii….
Seperti menuruni tebing.
Tinggi.
Hanya dengan tali tambang yang diikat dipergelangan kaki tangki air.

Jantungku berdetak kencang. Tapi aku harus bergegas. Aku tidak ingin Chii mengkhawatirkanku.

Ai :”yatta…”*berkeringat* sampai juga.

Aku bergegas lagi.

Aku melihat chii keluar .
Aku segera menghampirinya.
Tapi aku menghentikan langkahku dan bersembunyi di balik tembok.
Chii menghampiri seseorang. Chii memberikannya sarung tangan.

Ai :”aa’ wanita yang aku tabrak kemarin di club, dhe-chan.. sarung tangan?? Berarti…. Orang yang menabrakku waktu itu adalah orang yang memberikan Chii sarung tangan…dhe-chan??”

Aku mulai geram .
Aku tidak langsung menghampiri Chii.

Yama,Yuto dan Yuya menghampiri Chii.

Yuto :”Yuuri-kun, ntar malam belajar bareng yuk di rumah Yama”

Yuuri :”okey . tapi aku tidak tau rumah Yama.”

Yama :”nanti malam aku jemput. Ee, aku juga tidak tahu rumahmu.”

Yuya :”aku tau!!”

Yuuri :”heee… tahu?? Dari mana??”

Yuya :”rumah kita searah, jadi kadang aku melihatmu pulang bersama neechan mu.”

Yuuri :”hooohhh…”

Yuya :”anou… dia siapa??”, melirik dhe mencoba merayu.

Dhe merasa ilfil.

Tangan Yuto melayang ke kepala Yuya.

Yuto ikutan melirik dhe mencoba merayu jg.

Tangan Yama melayang ke kepala Yuto.

Dhe tersenyum.

Chii terlihat cemburu.

Aku tidak tahan dengan suasana itu.
Yama, Yuya dan Yuto pun pergi.

Aku masih bersembunyi. Ukyaaaa~ main detektifan lagi ne.

Daiki :”apa yang kau lakukan??” , tanyanya tiba-tiba dari belakangku.

Ai :”kau??”kagetku.

Daiki :” percobaanku berhasil.”

Ai :”percobaan apa??”

Daiki :”jalan singkat ke bawah” *jelek banget bahasanya*

Ai :”heeee???” yang tadi itu?? Jadi..jadi..belum pernah dicoba sebelumnya??

Daiki :”that’s rite ” , jawabnya enteng dengan tampang tak berdosa.

Akupun semakin geram karena dijadikannya kelinci percobaan.

Ai :”bagaimana kalau gagal??” tanyaku kesal sambil mengeluarkan taring yang biasa aku keluarkan setiap malam *nanjatte*

Daiki :”tidak terjadi apa-apa kan??”

Ai :”ia, tapi kenapa aku yang dikorbankan??” tanyaku ngotot ampe melotot.

Daiki :”darurat, hehe”

Ai :”oh” , menandakan aku setuju dengan perkataannya.

Memang darurat.

Chii dan Dhe pergi, tidak tahu kemana. Aku mengikutinya.

Daiki mengikuti. Aku tidak menghiraukannya.

Di taman.

No!!

Sarung tangan itu lagi.

Beraninya Dhe menggoda Chii. Padahal Chii tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.

No!! Chii menyukainya??

Aku sibuk memata-matai mereka.

Ai :”bagaimana menurutmu?? Apa hubungan mereka??” mencoba meminta pendapat Daiki.

Kesal.

Daiki tidur di bangku taman.

Bagaimana bisa di waktu seperti ini dia tidur.
Aku mencoba membangunkannya.

Ai :”daiki… iii…. Ariokaaa…aaa…..san!!! daiii… daichann…….”.

Tidak bangun.
Aku mencoba membangunkannya lagi dengan memain-mainkan rambutnya.

Ai :”shuuu.. shuuu…”, aku tiup-tiup rambutnya.

Masih belum bangun.

Aku pun pergi meninggalkannya.

Ai :”gomeeeeen, aku harus menyelamatkan Chii dari Dhe” dalam hatiku sembari memandang wajahnya.

Tapiiii…
Aku malah tidak langsung beranjak.
Kupandangi wajahnya.
Oh no!!!
Aku langsung pergi karena timbul hal-hal aneh difikiranku.

Langkahku berhenti lagi.
Seorang kakek terjatuh di depanku.
Mau apa lagi, aku harus menolongnya.

Ai :”daijoubu desuka??” tanyaku khawatir.

Someone : “daijoubu dayo.arigatou”

Ai :”em.”

Someone :” onamae wa??”

Ai :”ai desu.”

Someone :”watashitachi wa Johnny desu.”

Daiki datang menghampiri. Kenapa bisa mengikutiku lagi??

Daiki :”ee… ojiisan.”

Ai :”haa??”

Johnny-san :”domo” sapanya pada Daiki.

Daiki :”perkenalkan, ini kakekku, dia datang dari Eropa. ”

Ai :”Eropa??

Daiki :”Aku juga.”

Ai :”hee…”

Tidak sadar Chii sudah menghilang. Aku mengikhlaskan Chii pergi dengan Dhe.

*bersambung*



johnny kitagawa


part 1 part 2 part 3 part 5

[FanFic]~DAISUKI~ Part 3 : DJ-san, sarung tangan??.....

pemeran~
april :april/ai/aichan(me)
chinen yuuri :chii/chinen/yuuri (adikku yg mecha kawai)
arioka daiki : arioka-san (DJ-san)
penjaga Club : secret
Someone di Club : secret
Kei inoo : tetangga/teman kampus Ai to Chii


Suatu malam beberapa hari kemudian. *wah, hari cepat berlalu*

Aku dan Chii jalan-jalan keluar menikmati suasana malam Kota Tokyo.
Sering kami lakukan saat bosan berada di rumah. Kebetulan orangtua kami bulan madu ke Arab *kaga da tmpat laen ppa??*

Yah dan seperti biasa Inoo selalu aku ajak, tetanggaku yang juga teman kuliahku, ia sering membantu mebuat tugas *maksudnya buatin tugas*.

Kami jalan bertiga. Inoo asik main dengan Chii dan membuatku iri.

Ai    :”Arr…. Chiiii…”, tarik Chii, bawa lari Chii.

Ditengah-tengah candaan kami, aku melihat orang itu lagi…..

Ai    :”ano hito….”
Chii    :”eh Arioka-senpai..”
Ai    :”Arioka?? Senpai??”, kebingungan.

Inoo    :”hoh..”
Ai    :”eee.. kalian tau…”
*dicuekin*

Dia berjalan dengan sangat keren, hanya menggunakan sebelah headset berwarna putih *detail banget ya??*. dia memasuki sebuah Club Malam.

Chii    :”Club?? “

Chii pergi begitu saja . Wajah serius itu. Sama sepertiku saat bernafsu memata-matai orang.

Inoo juga ikutan.

Aku tarik kerah baju Inoo dan mendahuluinya berjalan.

Inoo    :”heeeeh~~”

Aku mengikuti Chii yang terlihat penasaran tanpa menghiraukan Inoo. Sebenarnya aku lebih penasaran.

Penjaga Club    :” Anak kecil tidak boleh masuk!!!” menunduk menatap Chii.

Chii    :”*terdiam, menunduk*”

Aku segera menghampiri mereka.

Aku lihat nama di seragam penjaga tersebut ‘Akanishi Jin’

Ai    :”Eeetouu… gomen Akanishi-san, dia sudah berumur 18 tahun”, berusaha membela.

Akanishi    :”Tolong tunjukkan tanda pengenal”

Aku berikan tanda pengenalku padanya.

Chii    :”tidak bawa… huh”, lesunya.

Suram…… suraaaaaaaaaammmmm…. Wajah Chii suram… tapi tetap kawai..

Ku angkat dagu  Chii, lalu mencubit pipinya.

Ai    :”Dasar anak kecil, ahaha”, hiburku.

Chii    :”aahh… neechan..”

Ai    :”Tunggu di luar ya”

Chii    :”ookay”. Walau masih mewek tuh bibir.

Inoo    :”ore mo iku!!!”, Inoo berjalan di depanku tapi ku tarik lagi kerah bajunya.

Ai    :”Jaga Chii!!”.*melototi Inoo*

Aku pun masuk ke dalam Club, suasana sangat ramai, bau alcohol. Ciiih..rasa mual. Aku mencari-cari sosok lelaki yang bernama Arioka itu. Musik yang keren. Pengunjung sangat menikmatinya. Aku ikut terhanyut dengan suara musik yang sangat keren ini. Tapi aku tidak ingin membuat Chii menunggu.

“yasudalah, kan ada Inoo”, fikirku.

Kulihat sekekliling tempat itu.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Aku melihat sosok itu. Sosok itu sedang melihat kesini.

Kesini. Matanya melihat ke arahku. *membeku*

Wajahnya berpaling.

Ai    :”haahhh… aku fikir dia melihatku… aaaaa….baaaaaaaaaaka mitai”

Aku segera kabur dari tempat itu.
Tanpa sengaja menabrak seseorang.

Ai        :”aa… gomen gomen”

Someone    :”daijoubu desu”

Ai        :”eeee… kenapa anak kecil boleh masuk??”

Someone    :”Anooouu… atashi  wa 19 sai desu”

Ai        :”aa, hontou gomen.” *shock* dia seumuran denganku.

Someone    :”iie.”

Ai        :”onamae wa??”

Someone    :”dhe-chan desu. yoroshiku”

Ai        :”yoroshiku”

Dhe pergi begitu saja sambil menunduk.

Wajahnya memerah.
“apa dia kebanyakan minum??”, tebakku.

“dasar cewek jaman sekarang”

Akupun meninggalkan Club tersebut. Chii dan Inoo masih menunggu.

Aku biarkan mereka berjalan dibelakangku.

Chii        :”nee… Ai nee, apa yang terjadi di dalam.”
Inoo        :”wah, gag seru… dugem yah di dalam…”*tabok pipi Inoo*

Inoo        :”itaii yo~ dasar mak Lampir” * panggilanku di SMA MakLam*

Makin geram… semakin geramm…

Chii        :”neeeeeeeeee…. Neechan..” teriak-teriak Chii dari belakang yang ketinggalan langkah kakiku yang panjang. *nyindir banget ah*

Aku menghentikan langkah dan menunggu Chii. Hmm… gag jadi emosi. Wajah Chii emang penghilang amarah.

Ai        :”Arioka-san hah??”
Chii        :”un. Nande??”

Ai        :”dare?? Tau dia dari mana??”

Chii        :”Yama”

Ai        :”yama??dare??”

Chii        :”tomodachi..”

Ai        :”heee.. tomodachi?? Emm…”, aku hanya bisa senyum,perasaan bahagia ini. Syukurlah Chii bisa mendapatkan teman.

Ai        :”jadi Arioka siapa??”
Chii        :”Yama tidak menjelaskan dengan jelas, habisnya sii pengarang langsung nunjukin ano hito bawa tali tambang, terus bersambung, gag tau tali tambang buat apaan..”

*kyaaaaaaaaaaaaa~ gomen*

Inoo        :”Arioka, dia mahasiswa pindahan. Hanya itu yang aku tahu.”

Chii         :”Bagaimana Yama tahu kalu dia senpai??”

Inoo        :”Dia kan sepupu aku, semua info tentang kampus sudah ku ceritakan semua.”

Ai to Chii    :”haaaaaaaaaa???”

Inoo        :”haaaaa janai!!”

Ai        :”Kenapa kau tidak beritahu kami.”

Inoo        :”ahahaha, gomen”    *bayangkan sendiri ketawa Inoo yang cengengesan*

Pulang.
Pulang.
Selesai sudah jadi detektifnya.
Chii masih manyun masalah tadi.

Aku perhatikan dia… ada sedikit yang beda.
*Sarung tangan*

Ai        :”sarung tangan siapa??”
Chii        :”sesorang memberikannya padaku, mungkin karena tadi aku terlihat kedingingan”

Ai        :”hoh”

Aku mendekati Inoo yang berjalan di belakang kami.

Ai        :”kau tau siapa yang memberikan Chii sarung tangan??”, bisik-bisik.

Inoo        :”aa. Shiranai. Tadi aku ke kamar mandi sebentar, gag tahan, kebelet banget, ne gara-gara nunggu lama.”

Ai        :”hhehee.. sumimasen….”, pasang tampang bersalah, berdosa.

Chii berjalan di depan kami, wajahnya kembali ceria saat aku membahas tentang sarung tangan. Dipandangi sarung tangan tadi.

“aneh!! ”

Biarkan dia sejenak. Karena dari tadi badmood mulu.

*bersambung*






part 1 part 2  part 4 part 5

[FanFic]~DAISUKI~Part 2 : Tomodachi…………

pemeran~
chinen yuuri :chii/chinen/yuuri (adikku yg mecha kawai)
tomodachi : yamada ryosuke, nakayama yuma, nakajima yuto (YYY)

dosen : secret


permasalahan tadi dihiraukan berhubung khawatir telat masuk  kuliah...

Chii memulai perkuliahan.
Ruangannya sangat besar.
Tempat duduk bertingkat dan tersusun seperti busur.
Dingin .

Chii              :”sugoi koko, koko sugoi” *ngomong ala MnSB making PV*

Chii pun memilih tempat duduk di baris kedua dari depan.
Tempat duduk bebas. *namanya juga kuliah*

“domo…”, seseorang menyapa Chii dari  belakang.
Chii               :” aa”, memalingkan wajahnya ke belakang.

Someone    :”Takaki Yuuya  desu, panggil ja Yuya, yoroshiku” *senyum menggoda (gimana tuh??)*

Someone lg :“Yamada Ryosuke desu, panggil ja Yama, yoroshiku” *tanpa senyum tapi cool*

Someone lg ne    :”Nakajima Yuto desu, panggil ja Yuto, yoroshiku” *nyengir sapi, eh kuda*

Chii           :”Chinen Yuuri desu, panggil ja….”

YuYuYa      :”Yuuri………..”, sentak mereka kompak dengan gaya bicara masing-masing

Yuto           :”Ye Ye Ye Ye……”

Chii          :”ahaha, Ye Ye Ye Ye??”, bingungnya sambil senyum imut.

Yuya      :”maksudnya…… eh Yuto, maksudnya apa??”, pasang tampang bego.

Yuto          :”YYYY, Yuya, Yuuri,Yuto, Yama…….”

Chii           : "kau terlihat lebih tua dariku..." tanya Chii pada Yuya.

Yuya        : "hemmm... yah tampangku memang begini.."

Yuto        : "ahahaahahaaa", tertawa Yuto dengan sangat keras.

Shuuuuuuuuu~
Sesuatu melayang kearah Yuto. Padahal dia sedang asyik berkenalan.

*itu spidol*

“Auu..”, pegang spidol yang nimpuk kepalanya tadi.

 Ia melihat sekeliling, orang-orang meliriknya. Dilihatnya ke depan.
Dosen dengan tampang sangar memelototinya. *bukan melototi, emang matanya yang gitu.*

Yuto              :”uwaa… kowai.”, menutup sebagian mukanya dengan kepala Chii yang tepat di depannya..

Dosen      :”haaa!!”, pasang tampang Yakuza. “Onamae wa??”,tanya dosen.

Yuto              :”Na..na..Nakajima Yuto desu.” Sambil melepaskan kepala Chii perlahan yang hampir terkilir.

*Chii ngelus-ngelus kepalanya*

Dosen      :”Watashi wa Tanaka Koki desu. Yoroshiku.”

Kembali dosen menerangkan mata kuliah tanpa menghiraukan hal-hal lain.

Yuto              :”hee… that’s all??” dengan wajah super heran.

Tanaka-sensei tidak menghiraukan .

Yama     :”hah.”
Yuya     :”hmmmm…”

Chii             :”doushita no??.” , memalingkan wajahnya lagi ke belakang..

Yama     :”tsumaranai”
Yuto             :”tsumaranai”
Yuya     :”tsumaranai”
*kompak mereka*

Chii              :”aa’ sou ka.”, senyumnya imut lagi tapi sedikit bingung.

Chii kembali serius mengikuti mata kuliah yang diajarkan Tanaka-sensei.

Mata kuliah pertama selesai.

Tanaka-sensei    :”ja…*sambil melambaikan tangan ala Miss Universe tapi tampang Yakuza*(hayalkan aja sendiri)”

*Break*

Masih di dalam ruangan yang dingin.

Terfikir sejenak Chii tentang mereka bertiga. Mereka sangat akrab padahal ini hari pertama kuliah.

Chii           :”ano sa..”
Yama      :”ha”
Chii           :”kenapa kalian …bisa sangat akrab???” dengan nada rada segan.

“Kami sudah berteman selama 20 tahun”, jawab Yuto dengan PeDe.

Yama    :”Uso !! berapa umurmu sekarang???” (memukul wajah Yuto dengan buku tebal 1000 halaman)

Yuto            :”ouuu..”, ngelus-ngelus hidungnya.

Yuya    :”Kami berteman sejak Ibu kami masih di sekolah dasar(garing mode: on)”, lanjutnya menjawab.

Yama    :”(tanpa berkata apapun langsung ingin memukul wajah Yuya dengan buku tebal 2000 halaman)”

Yuya    :”nani?? mau mukul?? ha..??” pasang tampang preman.

Yama    :*keningnya berkerut, tampak sangat kesal, senyum sedikit*

Yuto    :”Kami teman sejak kecil.. ne Yuya”, bicara terburu-buru.
Yuya    :”Hai’ sou desu.”
YuYu    :”ne.. Yamachan..”, kompaknya.

Yuto kembali normal setelah merasakan aura membunuh dari Yama.Yuya hanya ikut-ikutan.

Yama    :”ne”, senyum imut. Aura membunuh menjadi 0 %

Chii hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Mereka sangat menyenangkan.

Yuto            :”Yuuri-kun, mari berteman.”,ramahnya.
Yuya    :”tomodachi……….ne”
Chii            :”tomodachi???”

Yang diharapkan Chii…
Selama ini…
Selama ini Chii tidak mempunyai teman, selalu bersama neechan.
Sejak kecil….
Chii sangat takut berhadapn dengan orang lain.
Tapi .. berbeda sekarang…
Chii berusaha dengan percaya diri untuk mendapatkan teman.
Teman ,, ….yah teman…
Karena itu dia sangat semangat di hari pertama kuliahnya.
Harus berubah!!
Chii melakukan yang terbaik hari ini.

*lebay akh*

Chii           :”okay…”, jawabnya ala daichan di making pv hey!say!

Di tengah-tengah pembicaraan itu, Chii melihat orang yang tadi berada di atap gedung .

Chii          :”heeeeeee……ano hito…benar apa yang dibilang neechan..”

Yama     :”dare??”, melihat ke luar jendela. “oh”

Chii          :”tau dia siapa??” nada penasaran.

Yama      :”Arioka-senpai”,jawabnya singkat.

Chii          :”senpai?? Kenapa dia membawa tali tambang??”

*bersambung*




part 1 part 3 part 4 part 5
 

[FanFic] ~DAISUKI~ Part 1. dare?

pemeran~
april :april/ai/aichan(me)
chinen yuuri :chii/chinen/yuuri (adikku yg mecha kawai)
someone : secret
tukang kebun : secret


cast
april                 :april/ai/aichan(me)
chinen yuuri     :chii/chinen/yuuri (adikku yg mecha kawai)
someone            : secret
tukang kebun  : secret

(suasana pagi hari di rumah)
Ai     : "hayaku!!!", aku yang tidak pernah sabar menunggu terus-terusan berteriak dari luar rumah.

Chii    : "haiiiiii' neechan, chotto matte ...", chinen masih memakai sepatunya yang terlihat sangat bersih *sebenarnya sngat bersih*. Bertolak belakang denganku.

Chii    : “Iku!!”, ajaknya pergi. kawaiiiii *dalam hatiku*

Ai    : (thingking) chii, kok ceria banget ya hari ini….*memperhatikan wajah imutnya*

Chii    : “Anouuu… neechan, nande???”, chii menatap wajahku.

Ai     : “aa, iie, nande mo nai”, aku tersentak karena  kaget.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke kampus. Ini hari pertama Chii kuliah. Apa karena hal ini Chii tampak ceria??. Hmmm.. shiranai….

Sampai di kampus……..

Chii    :”huuuuhh”, menghelakan nafas karena kelelahan.
Wajahnya masih terlihat ceria, memandangi gedung kampus yang bertingkat lima, melihat sekitar… kyaaaa~ imut…. Kami datang dari samping gedung tersebut.

Dia berjalan di depanku. Dia begitu semangat.

Ai    : “Chii!!!”, kuhentikan langkahnya sejenak. Ia kebingungan karena tidak ada orang disekitarnya….

Chii    :”neechannnn…”, aku bersembunyi di balik pohon di sekitar situ.

Ai    : “Chii-chan.. kochi-kochi….”, memanggil Chii dengan nada pelan.

Chii pun menghampiriku dengan wajah yang kebingungan tapi tetap kawai.

Chii    : “nani o shiteru neechan???”

Ai    : “ssstttt…..”, membekap mulut Chii. “ouuchhh, itaiiii yo~”
Chii menggigit tanganku yang sedang membekap mulutnya.

Chii    :”cuuiiihhh…. Asin!!!”
Ai    : * memukul kepala Chii*
Chii    :”itai”
Ai    :”uruse!!!”
Chii    :”hai’, gomennachai *gaya dikoser hsj-ing tour saat jadi yankumi(yan ato kumi y??)*”

 Aku pun menariknya ke depanku, tepat dibelakang Chii, aku memegang pundak Chii dan membungkukkannya. Aku ikut membungkukkan badan. *seperti memata-matai*

Chii    :”etouuu…”

Ai    : “lihat ke atas!!!” *melihat ke atap gedung kampus*

Chii    :”wooo… yabeeeeeeeeeee……..*ngomong ala yamaPi*”

Akupun cepat-cepat membekap lagi mulut Chii. Dia sangat ribut.

Ai    : “urusai yo~”

Chii    :” gomen gomen”, dia tetap bicara walau mulutnya sudah dibekap. “orang itu…”

Melihat seseorang yang sedang berdiri di pinggir atap gedung. Kami menyangka dia akan bunuh diri. Melihat wajahnya yang kebingungan.

Chii    :”ano hito……… ”
Ai    :”perhatikan!! Dia bukan mau melompat.”
Chii    :”dakara sou..”

Sedang asik memata-matai tiba-tiba ada suara kresek-kresek dari belakang.

Ai to Chii    : “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..” *scream*

Tiba-tiba nongol kepala dari jejeran rumput pagar yang berada dibelakang kami……..

Aku pun yang shock melihat tampang orang itu langsung jatuh menimpah tubuh kecil Chii….

Tukang kebun :” sudah mulai waktu kuliah”, bicara dengan wajah ……*tiiittttt…*

Ai        : “anata wa dare desuka??”

Tukang kebun :” ohno desu. Tukang kebun. yoroshiku”*jelek banget kalimatnya*

Ai        :”aa, gomen ohno-san…kami…”

Chii        :”neechan, sudat telat… ja ohno-san,,”

Ohno-san    : “ja..” pasang tampang…..*tiiitttt…*

Aku masih memperhatikan orang yang di atap itu….
Dia masih kebingungan, tapi aku yakin dia tidak mau bunuh diri.

Chii    :”neechan, doushiyo???”

Ai    :”daijoubu, dia tidak akan bunuh diri”, berkata seperti itu tapi masih ada perasaan khawatir.

Kami pun masuk ke ruangan masing-masing.
Siapa orang itu??
Ano hito wa dare desuka????
Dareeeeeeeeeeeeeeeeeeeee???????????????????????

*bersambung*




part 2 part 3 part 4 part 5

Recent Comment